penghujung hidayah

Image

bimillah…

tulisan ini hanya ingin berbagi pengalaman, perjuangan menjemput hidayah..

Saya salah satu aktivis dakwah tarbiyah (pks)  tiga tahun yang lalu, tiga tahun bukan waktu yang singkat, saya memilih keluar dari komunitas itu banyak pertimbangan dan banyak godaan, gejolak untuk mencari-cari kebenaran yang haqiqi.. saya ingin mengenal islam sejak SMA kelas 1, untuk mengarah kesana, butuh proses yang panjang juga, sampai saya dulu blm mau mengenakan kerudung, dulu waktu sma memang dipaksa oleh salah satu guru disana, terbetik pertanyaan di dalam hati “ saya rugi kalau mengenakan kerudung hanya karna guru itu, saya pasti hanya mendapatkan panas, dan gak dapet pahala dari Allah”  karna paksaan itu saya akhirnya berniat karna Allah untuk menutupi kepala saya dengan kerudung. Saat itu alhamdulillah, semakin ingin bersemangat untuk mengenal islam lebih dalam, dan saya memutuskan untuk masuk ke rohis. Di semester ke dua, ada kakak angkatan saya menawari saya majalah elfata dulu temanya jilbab cafe, sebenernya saya gak mau beli, tapi lagi-lagi karna paksaan salah seorang kakak kelas saya akhirnya saya beli juga, dan karena temanya pas tentang jilbab, saya akhirnya baca majalah itu, dan tau perbedaan antara jilbab dan kerudung, alhamdulillah…dulu masih blm paham kalo elfata itu majalah salaf. Saya tipikal org yang kritis, akhirnya saya bertanya dengan kakak kelas yang saya anggap pinter dalam agama, tapi semua jawaban mereka(org tarbiyah) tidak ada satupun yang membuat saya puas dan srek, akhirnya saya buka majalah elfata tadi dan penjelasannya sesuai dengan apa yang butuhkan. Dan akhirnya kelas xi di semester kedua saya memanjangkan jilbab, sampai teman-teman keluarga kaget dengan penampilan baru saya yang mungkin menurut mereka aneh dan nyeleneh. Saya termasuk org yang cuek, dan setiap kali ada org yang bertanya kenapa panjang banget kerudungnya, saya hanya menjawab singkat yang seperti inilah yang syar’i coba cek surat al-ahzab ayat 59. Di keluarga alhamdulillah, bukan tipe keluarga yang mengekang lbh memberi kebebasan asal masih dalam koridor jelas seperti yang saja jelaskan diatas.  Semenjak  senang dengan majalah elfata, akhirnya sering membeli karna ilmunya sangat bermanfaat bagi saya waktu itu saya masih dalam posisi di dalam manhaj haroki atau tarbiyah, sampai menjelang kelas 3 sma, saya kebetulan memiliki guru yang perhatian terhadap perubahan saya, (dulu saya belum mengerti kalau saya masuk dalam jaringan kader PKS, saya baru tahu ketika di lulus dari sma) sampai-sampai diberitahu situs situs islam yang ilmu nya dapat dipertanggungjawabkan seperti www.radiorodja.com dan lain-lain… lagi-lagi saya belum paham kalau situs yang diberikan oleh guru saya adalah situs dari manhaj salaf. Menjelang akhir kelas 3 sma, saya diajak oleh murabbi saya untuk jadi tim sukses dari wali kota dari partai PKS, jujur saja dari dulu saya bener-bener gak suka dengan partai politik, waktu itu saya di suruh spreading(menyebar) untuk mempromosikan calon wali kota dari partai pks, hati saya terbetik bertanya-tanya, ada apa dengan dakwah saya? Saya merasa ambigu. Setelah itu banyak sekali gejolak untuk pindah manhaj( saat itu saya sudah tau salaf, tapi blm paham benar), saat kuliah disemester awal, saya memutuskan untuk keluar mencari komunitas org-org salaf, tentunya dengan diam-diam. Lama kelamaan org” tarbiyah pada tau kalau saya berencana untuk keluar dari tarbiyah, langsung org” mencari cari saya, mengintrogasi saya habis-habisan…karna mereka seperti itu, maka semakin tinggi pula semangat saya untuk keluar dari hizbi tersebut. Dan akhirnya saya cerita ke salah seorang teman yang katanya pindah manhaj salaf, saya percaya saja dengan dia, waktu itu saya dimasuki grup org” salaf(katanya), berada disana selama 3 hari, saya melihat keanehan yang membuat saya menangis 3 malam, hati saya selalu gelisah dengan ucapan takfir yang membabi buta, ucapan bahwa pns itu kafir, jihad bom bali, imam samudra dll, semua itu sangat aneh..saya tidak tahu apa saya terjebak dalam komunitas yang salah. Saya tidak tinggal diam, saya terus mencari dan mencari, akhirnya saya dikenalkan oleh salah seorang teman liqo saya adik kelasnya yang bermanhaj salaf, akhirnya saya ketemu dengan dia dan saya di ajak pergi ke kajian di masjid al-ashri pogung rejo yogyakarta alhamdulillah, itu pertama kalinya saya ikut kajian. Tapi saat ini saya msh belum menemukan komunitas salaf( belum mengenal), akhirnya saya beranikan diri bertanya kepada salah seorang dosen saya untuk di tunjukan komunitas majelis ilmu seperti kajian. Dan alhamdulillah saya di sms kan oleh seorang akhwat dari manhaj salaf untuk ikut kajian, awalnya saya sempet nyasar gak tau tempat kajiannya, tapi alhamdulillah, kajiannya hampir selesai saya baru sampai dilokasi, dan langsung menghubungi no akhwat tersebut untuk ketemuan. Saya bertemu dengan umahat yang kenal dengan akhwat tersebut, langsung umahat tadi menawarkan untuk mengantarkan saya ketempat akhwat itu berada, alhamdulillah…akhirnya ketemu juga dengan akhwat tersebut dan saya ditunjukan wisma muslimah roudhatul ‘ilmi dimana para muslimah bermanhaj salaf tinggal…masyaAllah..betapa bahagianya saya dipertemukan dengan orang” seperti mereka, sejak saat itu saya sering mabit sabtu ahad disana, untuk ikut kajian” di sekitar masjid disana. Saya baru sadar, dimasa lalu selama 3 tahun disama jujur saya tidak mendapatkan apa”(ilmu), dan alhamdulillah saya semakin tau urgensi nya berjilbab dan berhijab syar’i..seperti yang kebanyakan para akhwat manhaj salaf kenakan. Itulah perjuangan saya dalam mencari menggapai hidayah, ya hidayah itu dicari ! semoga cerita tadi menjadikan pelajaran bagi kita…aamiin.

2 thoughts on “penghujung hidayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s